Followers

NaniNaim

Daisypath - Personal pictureDaisypath Friendship tickers Daisypath Anniversary tickers

Sunday, May 16, 2010

☆:*´¨`*:.Kisah Bulan, Bintang dan Matahari.:*´¨`*:.☆


Kenapa BULAN dan MATAHARI jarang sekali dapat bertemu...Sedangkan BULAN dan BINTANG sahabat sejati???

"Cahaya Bulan tidak pernah meramal, itu janji yang dipegang. Ia juga tidak pernah mengingatkan atau memberi awas-awas. Ia hanya menerima sinar Matahari yang kemudian dipantulkannya ke bumi :: kilau-kemilau" 
-Nur Rohayati Nengsih-

Suatu malam aku terdengar satu perbualan dari langit...Bintang berbicara pada Bulan...

Bintang :: "Aku tidak ingin lagi menemanimu mulai malam ini dan seterusnya"
Bulan :: "Kenapa?...Padahal aku menyukaimu, aku menyukai malam-malam dimana kamu ada dan menemaniku hingga fajar menjelang"

Tetapi Bintang itu hanya diam meredup dan bersembunyi di balik mega. Justeru kerana Bulan menyukainya maka Bintang menghilang. Aku mengetahui hal itu kerana sebuah Meteor yang merupakan teman karibnya mengatakannya padaku.
Cinta memang aneh, bukankah ia sebenarnya mempersatukan? Bintang mencintai Bulan. Tetapi Bulan tidak mencintainya, ia hanya 'menyukainya'. Siapa pula yang membeza-bezakan Cinta dan Suka? Kenapa Bulan tidak membencinya sahaja, malah Bulan menyukainya sehingga Bintang tidak mempunyai alasan untuk tidak menemaninya malam nanti. Bintang yang sinarnya paling terang adalah Bintang yang berwarna Biru.

Terdapat satu iklan tong gas yang sering kulihat di television juga selalu membangga-banggakan produknya yang memiliki api biru, bukankah Bintang juga seperti api yang panas dan memberikan sinar?

Bintang yang sedang aku ceritakan hanyalah sebuah Bintang kecil yang berwarna merah. Kerana itu ia tidak pernah dapat mengumpulkan keberanian untuk berkata pada Bulan "Aku Mencintaimu!!!". Bulan sendiri tidak pernah menganggap Bintang sebagai kekasih dan hanya sebagai sahabat yang selalu menemaninya setiap permalam, dan sesungguhnya Bintang mengetahuinya.

Bulan :: "Aku mencintai Matahari...(◡‿◡✿) Ia dapat membuatku bersinar Indah diwaktu malam. Ia membuatku selalu ditunggu oleh para pencinta malam. Ia membuatku selalu dinantikan oleh para pujangga yang menulis berbait-bait puisi tentang cinta dengan hanya melihat diriku di langit malam. Anak-anak kecil menunggu kehadiranku agar dapat bermain-main dilapangan di kawasan kampung...Justeru, aku amat mencintai Matahari ... (✿◠‿◠)"

Bintang tak pernah habis berfikir kenapa Bulan mencintai Matahari, sedangkan Bulan tak pernah bertemu dengan Matahari dan jika mereka bertemu pun Bulan akan kehilangan sinarnya. Kita selalu menyebut Gerhana Matahari, saat itu kita tidak diperbolehkan melihat secara langsung ke arah mereka, katanya dapat merosakkan mata kita. Matahari tidak pernah memikirkan Bulan, ia hanya bersinar dan memberikan sinarnya tanpa membeza-bezakan. Bahkan ia tidak mengetahui kalau sinarnya dimanfaatkan oleh Bulan untuk bersinar di malam hari. Ia hanya menganggap Bulan sebagai benda yang kadang-kadang menghalanginya dari memberi sinar kepada Bumi. Mungkin Matahari mencintai Bumi, aku tidak tahu soal mereka, kerana aku tidak pernah bercakap-cakap dengan Matahari dan Bumi malah tidak pernah bercerita tentang ini...sejujurnya aku langsung tidak peduli.
Bintang merasa tidak mendapatkan keadilan. Kenapa Bulan mencintai Matahari, sedangkan Matahari tidak pernah memikirkan tentang Bulan, dan tidak seperti Bintang yang mencintai Bulan dengan sepenuh hatinya. Bintang juga merasa tak berdaya kerana walaupun ia ingin memberikan seluruh sinarnya kepada Bulan agar selalu bersinar, Bintang tak dapat melakukannya kerana jarak mereka yang sangat jauh.

Cinta memang aneh. kerana itu...sekali lagi Bintang berkata, kali ini kepada semua teman-temannya... ✩✪✫✬✭✮✯
Bintang :: "Aku tidak ingin lagi menemani Bulan mulai malam ini...(╥_╥) (╯_╰)"

Kemudian ia menghilang (tak hanya meredup dan bersembunyi di balik mega) dan tak pernah lagi menemani Bulan.

Aku akan memberitahu sebuah rahsia sekarang, BINTANG ITU ADALAH AKU. aku turun ke Bumi sebagai Bintang yang jatuh dan juga dengan permintaan sepasang kekasih agar mereka berdua dapat hidup berbahagia hingga ke akhir hayatnya...aku kemudian jatuh kerumah aku dan menyusup ke dalam rahim ibuku dan menjadi AKU.

Dan aku tidak mahu lagi menemani Bulan...tapi kadang-kadang aku sangat meRINDUkannya (╥_╥)...
Dan aku akan menatap Bulan dan mendengarkan percakapan semesta, sambil berharap suatu hari Bulan akan dapat mencintai Bintang. Jika hari itu tiba, aku akan terbang ke langit kembali dan menjadi Bintang yang selalu akan menemani Bulan...

4 comments:

Hanani Halim said...

Bulan...walaupun kita jauh...tapi aku akan sentiasa menemani dirimu...akan sentiasa mendoakan kebahagiaanmu...moga dirimu sentiasa bahagia...

ungas2 malam said...

sbb per bintang meyukai bulan...sbb bulan membuat kan kehadiran bintang d hargai...knape bintang msti perlu memikirkan tentang bulan g...sedang kan blan tdak mahu bintang...bntang perlu sedar...yg banyak bintang2,ungas2 mlm,serta maknusia dmuka bumi sangat mencintai n menghargai kehadiran bintang...perlu ker kesedihan bintang dtangung seorg diri..sedang kan ramai lg peneman2 bintang setia menanti n menghiburkan bintang...perlu ker bintang pikir kan mengenai bulan lg..???sedang kan bulan sudah tidak sudi bersama bintang..???

Hanani Halim said...

tp tdakkah bulan amat memerlukan memerlukan bintang untuk menemani dirinya di malam hari? walaupun sesungguhnya bulan lebih memerlukan matahari...tp dgn kehadiaran bintang bulan tdak akan sunyi...sukar bg bintang melupakn bulan...

ungas2 malam said...

blan hanya perlukan sinaran bintang2 yg terang untk meyerikan mlm2 nya...ttapi apa yg terjadi pada bintang yg sinarannya malap pada mlm 2..??sekiranya awk ungin menemani bulan sepanjang mlm...perlu menjaga sinaran 2..cari lah aper sinaran 2..!!!!